Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Mauricio Pochettino, malas memberi hak kekayaan intelektual

Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Mauricio Pochettino, malas memberi hak kekayaan intelektual komentar lebih jauh masalah timnya yang pengin mengambil Lionel Messi. Dia tidak pengin komentarnya disalahmengertikan yang malah memunculkan pertaruhan lain.


Sebagai pelatih baru, Pochettino inign waspada https://patendo.com/djki-haki/ hak kekayaan intelektual dalam mengutarakan komentarnya. Terhitung isu mengenai PSG datangkan Messi yang sebenarnya sudah digembar-gemborkan saat sebelum kedatangan Pochettino.


Selama ini, Pochettino sudah senang dengan hak kekayaan intelektual tim teamnya di PSG sekarang ini. Sesaat untuk datangkan Messi, pelatih berpaspor Argentina itu pasti tidak menampik bila si pemain betul-betul pengin datang.


Menurut dia pemain luar biasa sekelas Messi akan pas bermain di club mana juga, terhitung Les Parisiens -julukan PSG. Begitupun dengan hak kekayaan intelektual liga mana juga, tidak kecuali dengan Liga Prancis.


"Apa saja yang saya ucapkan akan disalahpahami, dan saya mencintai apa yang saya punyai di sini," ungkapkan Pochettino, mencuplik dari Goal, Jumat (29/1/2021).


"Pemain sepak bola luar biasa pas di liga mana juga dan team mana juga," lanjut bekas pelatih Tottenham Hotspur itu.


Tetapi, satu kali lagi, Pochettino benar-benar menghargai Messi yang sekarang ini masih dengan status sebagai pemain Barcelona. Karenanya, dia tidak mau memunculkan perselisihan dengan club lain, dan dalam masalah ini ialah Barcelona.


"Saya menghargai pemain yang dipunyai team lain, sebab mereka (club) dapat geram dan saya pahami kenapa," sambungnya.


Walau demikian, Pochettino siap juga mengambil pemain yang dapat menolong PSG dalam tingkatkan perform. Bila Messi ialah orang yang pas bukan mustahil Pochettino dan PSG berushaha kuat merayu si pemain untuk pindah ke Paris.


"Kami pahami jika di dunia sepakbola tidak ada orang suci, tidak ada yang dapat menyambat jika tiap club lakukan yang terbaik untuk tingkatkan teamnya," ujarnya.



Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Mauricio Pochettino, menginginkan Kylian Mbappe akan berada di Parc des Princes. Bahkan juga tidak cuma dalam kurun waktu dekat, tapi juga untuk periode panjang di depan.


Pochettino sampaikan hal itu untuk menyikapi isu yang tersebar berkaitan Mbappe pergi dari PSG. Bahkan juga dua team hebat Eropa yaitu Real Madrid dan Liverpool siap memburu pemain berumur 22 tahun itu.



Awalnya, Mbappe sudah lama dihubungkan dengan kepindahnya dari PSG. Ditambahkan, Mbappe belakangan ini menjelaskan jika dia masih mempertembangkan untuku menandantangani kontrak periode panjang bersama PSG.


Karenanya, hari esok pemain berpaspor Prancis itu bersama PSG belum juga tahu. Tetapi demikian, Mbappe masih jalankan kontraknya bersama PSG sampai 2022.



Saat itu, Pochettino yakini bahwaMbappe tidak pergi. Karena, PSG benar-benar memerlukannya dan seluruh orang benar-benar suka dengannya. Tidak cuma permainannya, tapi juga pribadinya.


"Siapakah yang tidak menyukai Kylian? Dia membuat dianya disayangi, dengan senyumannya, mukanya dan dayanya," ungkapkan Pochettino, mencuplik dari Goal, Jumat (29/1/2021).



Pada umur 19 dia ialah seorang juara dunia, beberapa hal yang mengagumkan terjadi kepadanya, tapi dia khusus dan berlainan, dengan beberapa kepandaian emoisional. Dia mempunyai banyak kekuatan untuk berkembang tapi dia menjadi seorang sekarang ini, tidak cuma di hari esok saja," sambungnya.


"Ini rintangan dan hal yang bagus untuk bekerja dengan talenta semacam ini, itu membuat Anda jadi pelatih yang lebih bagus. Anda memberikan pemain type ini jalan keluar dan dia memberikan Anda lima keuntungan," sambungnya.



"Ada beberapa isu, tetapi saya berpikir ia akan ada di PSG sepanjang tahun mendatang, dan itu keinginan club," paparnya.


"Kami memercayakan ia sepanjang kami di sini. Memang betul jika ia harus membuat keputusan (mengenai periode depannya), tapi ia terlihat berbahagia dan benar-benar memiliki komitmen untuk project ini, " ujarnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Legenda Liverpool, Peter Crouch, menyatakan waswas dengan nama perusahaan

Manchester United diingatkan tidak untuk buru-buru dalam branding

Susul-susulan gol terjadi waktu Atalanta bertemu Lazio di nama online shop